Pontianak : Warga Dayak kembali berulah setelah tahun 26 Februari 2010 silam mereka membunuh kaum muslimin Madura dan kini giliran rombongan Habaib dan ustadz FPI yang sedianya menghadiri acara pelantikan dan Maulid Nabi dihadang oleh rombongan warga adat dayak.Tak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, Habib Rizieq menegaskan, keempat delegasi FPI mengaku diancam dengan senjata tajam untuk tidak turun di Bandara Tjilik Riwut.
Usai aksi di bandara, massa Gerakan Pemuda Dayak Kalteng mendatangi rumah calon pengurus FPI Kalteng di Jl Meranti 73 Kompleks Babusalam RT 1 RW VI Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut Palangkaraya.
Mereka merusak rumah dan membakar tenda di halaman yang akan digunakan tabligh akbar. “Sekitar 500 orang menggunakan sepeda motor dan mobil pikap tiba-tiba datang dan merusak rumah Habib Mukri Bahasim. Bahkan ada satu habib yang sempat dipukul, kami sudah berusaha mencegah, tapi karena massa banyak kami juga tak bisa berbuat apa-apa,” kata warga setempat, Abdul Rasyid.
Pemilik rumah yang akan didaulat sebagai Ketua FPI Kalteng, Habib Mukri Bahasim mengatakan, pihaknya sudah sepakat di hadapan polisi dan MUI Kalteng untuk membatalkan rencana pembentukan FPI Kalteng, termasuk mendatangkan Ketua Umum FPI Habib Rizieq untuk berceramah.

“Saya juga tak mengerti, mengapa mereka malah datang ke rumah saya dan merusaknya, serta membakar tenda-tenda. Saya sangat menyesalkan ini bisa terjadi. Kami sudah menjamin Habib Rizieq tak datang ke Palangkaraya dan pelantikan pengurus FPI sudah dibatalkan,” katanya. (trb/det)