LIBYA : Kepemimpinan Al-Qaidah telah mengirimkan jihadis ke Libya dalam upaya untuk membangun kekuatan tempur di sana, menurut sumber Libya setelah mendapat pengarahan dari pejabat kontra-terorisme barat.
Para jihadis itu termasuk satu pejuang veteran yang telah ditahan di Inggris atas tuduhan terorisme. Sumber itu menggambarkan dia berkomitmen untuk menyerang kepentingan AS.
Sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pemimpin Al Qaidah, Ayman al-Zawahiri, mengirim secara pribadi mantan tahanan Inggris itu ke Libya awal tahun ini pada saat rezim Gaddafi kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah negara itu.
Pria itu tiba di Libya pada Mei lalu dan sejak itu mulai merekrut pejuang di wilayah timur negara tersebut, dekat perbatasan Mesir. Dia sekarang memiliki sekitar 200 pejuang, sumber tersebut menambahkan. Badan-badan intelijen Barat menyadari adanya kegiatan itu, menurut sumber tadi.
Anggota Al-Qaidah yang lain yang memiliki dua kewarganegaraan Eropa-Libya, telah ditangkap di sebuah negara yang tidak disebutkan namanya dalam perjalanan ke Libya dari wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan.
Individu ini sekarang mencoba untuk membangun jembatan untuk al-Qaidah di Libya dan dikenal sebagai “AA.”
“AA” dekat dengan Ayman al-Zawahiri sejak 1980-an dan melakukan perjalanan pertama ke Afghanistan pada awal 1990-an untuk bergabung bersama mujahidin melawan pendudukan Soviet – seperti yang dilakukan ratusan pejuang Arab lainnya.
“AA” kemudian pindah ke Inggris, di mana ia mulai menyebarkan ideologi Al Qaidah untuk anak muda muslim. Dia adalah seorang pengagum Abu Musab al-Zarqawi, yang muncul sebagai pemimpin Al Qaidah di Irak setelah invasi amerika. (eramuslim/jurnalislam.com)