Berita

04-02-2012

Boko Haram Bantah Jubirnya Tertangkap

More articles by »
Written by: guru

boko haramKelompok Mujahidin Boko Haram, pejuang Syariat Islam di Nigeria membantah keras pernyataan Pemerintah Nigeria bahwa Juru Bicara mereka telah tertangkap, namun mereka mengakui jika salah satu anggota senior mereka tertangkap.

Sebagaimana berita yang berkembang beberapa hari yang lalu, pemerintah mengklaim telah menangkap Abu Qaqa, wakil Boko Haram yang sering memberikan keterangan Pers atas setiap aksi kelompok tersebut, ia diklaim telah ditangkap di kota Kaduna, bagian Utara Nigeria.

Dalam sebuah keterangan melalui teleconference dengan para jurnalis di Maiduguri bagian Timur Laut Nigeria, pihak Boko Haram mengakui salah seorang anggota senior dalam bidang Penerangan Publik di kelompok mereka telah tertangkap, tapi bukan Jubir Abu Qaqa sebagaimana digembar-gemborkan pemerintah dan media setempat.

Pria dari kelompok Boko Haram yang berbicara dalam teleconference tersebut mengklaim bahwa dirinya adalah Abu Qaqa, meski pengakuan ini banyak diragukan oleh jurnalis karena suara dalam pembicaraan tersebut sedikit berbeda dengan suara Abu Qaqa yang selama ini kerap memberikan keterangan pers selaku jubir Boko Haram.

Dalam keterangan pers tersebut, wakil Boko Haram itu menyatakan, “Kami membantah keras keterangan Agen Keamanan Nigeria berkaitan dengan tertangkapnya salah seorang saudara kami.”

“Orang yang ditangkap adalah Abu Darda dan bukan Abu Qaqa. Saya adalah Abu Qaqa, sedang Abu Darda adalah pimpinan Lajnah Penerangan Publik dan bukan juru bicara”, imbuhnya.

Ia juga menerangkan bahwa Abu Darda ditangkap dalam perjalanan menuju kota Kaduna untuk bernegoisasi memenuhi undangan Pemerintah Nigeria dalam upaya perdamaian dan gencatan senjata di wilayah setempat.

Juru bicara Boko Haram dalam konferensi pers tersebut menuding Pemerintah Nigeria telah melakukan pengkhianatan dengan menangkap utusan Boko Haram dalam rangka perundingan perdamaian terkait krisis di wilayah Nigeria. Ia juga mengancam bahwa Pemerintah akan membayar mahal pengkhianatan ini, dan tidak menjamin keamanan di Nigeria kedepan dari serangan-serangan sebagai dampak dari kecurangan ini.

Untuk diketahui, serangan paling mematikan dari kelompok Boko Haram terjadi 20 Januari lalu di Kano, kota terbesar ke dua di Nigeria yang menewaskan 185 orang.

Sebelumnya Boko Haram juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan di markas PBB pada bulan Agustus 2011 yang mengakibatkan 25 korban jiwa. (Afz/Jazeera)

 






 
 

 
Warga Dayak: Brutal

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW FPI diHancurkan Warga Dayak, Aparat Diam saja!

Pontianak : Warga Dayak kembali berulah setelah tahun 26 Februari 2010 silam mereka membunuh kaum muslimin Madura dan kini giliran rombongan Habaib dan ustadz FPI yang sedianya menghadiri acara pelantikan dan Maulid Nabi dihad...
by det
4

 
 
Son Hadi - Direktur JMC

Anggota Fraksi Demokrat tersinggung nasehat Ust. Sonhadi di Gedung DPR

JAKARTA. RUU Ormas kini mulai menjadi pembahasan di Gedung DPR.  Anggota pansus RUU Ormas mengundang beberapa ormas untuk rapat dengar pendapat umum rancangan undang-undang ormas di gedung DPR-RI. beberapa hal yang menjadi pe...
by det
0

 
 
 

Ust.Rosyid Ba’asyir: Berhati-hatilah Kalian Dalam Urusan Istitho’ah

SURABAYA : Berikut ini adalah petikan pesan dari ust. Rosyid Ridho Ba’asyir, beliau adalah putra kedua ustad Abu Bakar Ba’asyir dan sekarang beliau mengajar di Ma’had ‘Aly Darul wahyain Magetan. Pesan te...
by det
0

 

 
 

Anggota DPR Termiskin Dapat Rp 1,03 Miliar per Tahun

Jakarta – Pantas saja banyak orang bersedia melakukan segala cara demi untuk masuk menjadi kader partai dengan tujuan bisa menjadi anggota DPR. Betapa tidak, seorang anggota DPR disamping menerima gaji minimal Rp 51 jutaan pe...
by brm
0

 
 
 

Perampokan Kepengurusan Masjid Al-Ihsan Sabilillah

SURABAYA : Masjid Al-Ihsan Sabilillah Sidotopo yang rencananya jumat 10 pebr’2012 tadi siang diserahkan warga sidotopo ke pihak Muhammadiyah selaku pemilik sah kepengurusannnya digagalkan oleh sejumlah warga yang tidak su...
by Redaksi
2

 




The Latest