Kelompok Mujahidin Boko Haram, pejuang Syariat Islam di Nigeria membantah keras pernyataan Pemerintah Nigeria bahwa Juru Bicara mereka telah tertangkap, namun mereka mengakui jika salah satu anggota senior mereka tertangkap.
Sebagaimana berita yang berkembang beberapa hari yang lalu, pemerintah mengklaim telah menangkap Abu Qaqa, wakil Boko Haram yang sering memberikan keterangan Pers atas setiap aksi kelompok tersebut, ia diklaim telah ditangkap di kota Kaduna, bagian Utara Nigeria.
Dalam sebuah keterangan melalui teleconference dengan para jurnalis di Maiduguri bagian Timur Laut Nigeria, pihak Boko Haram mengakui salah seorang anggota senior dalam bidang Penerangan Publik di kelompok mereka telah tertangkap, tapi bukan Jubir Abu Qaqa sebagaimana digembar-gemborkan pemerintah dan media setempat.
Pria dari kelompok Boko Haram yang berbicara dalam teleconference tersebut mengklaim bahwa dirinya adalah Abu Qaqa, meski pengakuan ini banyak diragukan oleh jurnalis karena suara dalam pembicaraan tersebut sedikit berbeda dengan suara Abu Qaqa yang selama ini kerap memberikan keterangan pers selaku jubir Boko Haram.
Dalam keterangan pers tersebut, wakil Boko Haram itu menyatakan, “Kami membantah keras keterangan Agen Keamanan Nigeria berkaitan dengan tertangkapnya salah seorang saudara kami.”
“Orang yang ditangkap adalah Abu Darda dan bukan Abu Qaqa. Saya adalah Abu Qaqa, sedang Abu Darda adalah pimpinan Lajnah Penerangan Publik dan bukan juru bicara”, imbuhnya.
Ia juga menerangkan bahwa Abu Darda ditangkap dalam perjalanan menuju kota Kaduna untuk bernegoisasi memenuhi undangan Pemerintah Nigeria dalam upaya perdamaian dan gencatan senjata di wilayah setempat.
Juru bicara Boko Haram dalam konferensi pers tersebut menuding Pemerintah Nigeria telah melakukan pengkhianatan dengan menangkap utusan Boko Haram dalam rangka perundingan perdamaian terkait krisis di wilayah Nigeria. Ia juga mengancam bahwa Pemerintah akan membayar mahal pengkhianatan ini, dan tidak menjamin keamanan di Nigeria kedepan dari serangan-serangan sebagai dampak dari kecurangan ini.
Untuk diketahui, serangan paling mematikan dari kelompok Boko Haram terjadi 20 Januari lalu di Kano, kota terbesar ke dua di Nigeria yang menewaskan 185 orang.
Sebelumnya Boko Haram juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan di markas PBB pada bulan Agustus 2011 yang mengakibatkan 25 korban jiwa. (Afz/Jazeera)