
JAKARTA, KOMPAS – Polri masih belum mau memberikan konfirmasi terkait informasi tewasnya empat anggota tim gabungan satuan Densus 88 dan Brigadir Mobile (Brimob) setelah aksi baku tembak penggerebekan rakyat bersenjata di hutan Kawasan Bayu, Lamkabeu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Kamis (4/3/2010) sore.
Baik Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang maupun wakil Kadiv Humas, Brigjen Pol Sulistyo Ishak dan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ito Sumardi tidak dapat dimintai konfirmasinya saat coba dihubungi melalui sambungan telepon maupun surat elektronik. Sebelumnya, informasi yang didapat, operasi penggerebekan rakyat bersenjata di hutan Kawasan Bayu, Lamkabeu, Kecamatan Seulimeuem, Aceh Besar, Kamis sore menghasilkan korban. Sebanyak sepuluh orang dari gabungan satuan Densus dan Brimob Polda Aceh menjadi korban dalam baku tembak itu.
Kesepuluh korban berhasil dilarikan ke RS Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, RS. Bhayangkara, Lamteumen, dan puskesmas di Seulimeuem, Aceh Besar. “Empat di antara gabungan satuan Densus dan Brimob tewas akibat baku tembak itu,” ujar sumber Persda Network, di Aceh. Se
mentara sisanya masih dalam perawatan.
Kontak tembak itu sendiri terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi baku tembak itu berawal ketika polisi menyisir daerah yang diduga lokasi kelompok bersenjata. Kelompok itu melarikan diri ke pegunungan Seulawah.
Mabes Polri sendiri, hari ini mengungkapkan tim Densus 88 Mabes Polri bersama brimob Polda Aceh berhasil menangkap 15 tersangka yang melakukan latihan kemiliteran. Satu orang di antaranya, yaitu AB, tewas ditembak karena berusaha melarikan diri di pegunungan Jantho, Aceh Besar. (AJ/AlTawbah/Kompas)