
Empat pemuda Yaman dengan granat tangan dan persenjataan ditangkap di dekat kedutaan Amerika di Sanaa ibukota Yaman, Menteri Dalam Negeri Yaman memberikan keterangannya pada Selasa kemarin.
Dalam pernyataannya, keempat pemuda tersebut berusia antara 20 hingga 30 tahun, membawa granat tangan lengkap dengan senjata otomatis dan amunisi, tidak dijelaskan kapan tepatnya mereka ditangkap.
“Keempatnya ditangkap dan diinterogasi karena keberadaan mereka disekitar lingkungan kedutaan Amerika Serikat”, katanya.
Sang menteri juga menerangkan empat pemuda tersebut berasal dari sebuah kota bernama Damaj di Utara propinsi Saada, dimana pemerintah Yaman sedang bertempur melawan sekte Syiah Zaidi.
Negara Arab paling miskin ini juga mendapatkan gelombang perlawanan dan serangan dari Al-Qaida yang terus meningkat di wilayah Selatan.
Sel-sel Al-Qaeda di Yaman juga pernah menarget kedutaan Amerika Serikat di masa lalu. Pada September 2008, pasukan bersenjata api yang disuport oleh bomber-bomber istisyhad menyerbu sebuah kamp tentara dengan tembok tebal dan mengakibatkan tewasnya 19 orang, termasuk diantaranya 6 penyerang. Beberapa bulan sebelumnya, mujahidin juga menembakkan mortir ke arah kedutaan AS.
Negeri asal keluarga Syaikh Usamah bin Ladin ini juga merupakan salah satu medan bagi serangan-serangan Al-Qaeda, satu serangan paling dramatis pernah terjadi di negeri ini sebelum serangan 9/11, yakni pada tahun 2000 ketika sebuah operasi syahid menghancurkan kapal kebanggaan AS USS Cole di teluk Aden, dan berhasil menewaskan sedikitnya 17 tentara Amerika.
Dunia Internasional benar-benar memberikan perhatian terhadap urusan dalam negeri Yaman, ketidakstabilan di negri itu dapat mempengaruhi wilayah disekitarnya, terutama terkait suplai minyak negara-negara tetangga Yaman.
Amerika Serikat pada hari Ahad kemarin kembali menawarkan bantuan kepada Yaman terkait dengan program “Perang melawan terorisme”. Presiden AS Barack Obama melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengatakan bahwa Amerika akan senantiasa “Berada disamping Yaman, untuk menjaga persatuan, keamanan dan stabilitas negerinya.” (Afz/alarabiya/Jurnalislam)