Pasukan NATO tengah mencoba menjelaskan kegagalan mereka di Afghanistan dengan menuding adanya peran Mujahidin Chechnya di sana.
“Semakin hari semakin bertambah frekuensi serangan yang dilancarkan militan Chechen dan Uzbek terhadap tentara Jerman yang tergabung dengan kesatuan tentara kependudukan NATO di Afghanistan”, demikian statemen yang dikeluarkan oleh seorang ahli Jerman dalam bidang “perang melawan teroris” bernama Guido Steinberg.
Stasiun radio Deutsche Welle mengutip ahli tersebut yang mengklaim bahwa serangan dilakukan oleh “Gerilyawan Chechnya dan Uzbekistan” yang terlatih.
Stasiun radio tersebut juga menjelaskan Guido Steinberg adalah seorang ahli dari sebuah Yayasan “Sains dan Politik” di Berlin, dan statemennya berkaitan dengan “Jejak Chechen” di Afghanistan dibuat dan dipublikasikan pada Jumat lalu (16/04) dalam sebuah wawancara dengan koran Mitteldeutsche Zeitung edisi online.
“Tidak diragukan bahwa militan Uzbekistan dan Chechnya mengambil bagian dalam pertempuran di provinsi Kunduz pada Jumat 2 April yang lalu”, tutur Steinberg Dia mengutip laporan sebuah agen yang menyebutkan bahwa pada hari itu sedikitnya 3 prajurit Jerman tewas di pertempuran Kunduz, sedangkan pihak Taliban mengklaim bahwa korban yang jatuh dipihak Jerman jauh lebih besar.
Steinberg juga mengatakan bahwa area Kunduz banyak dihuni etnis Uzbek, mereka bergerak di wilayah itu laksana ikan di air, ia juga menambahkan bahwa mereka bersenjata dan sangat terlatih. Ia juga mengklaim bahwa “militan” Chechen dan Uzbek memiliki peranan sangat penting dalam meningkatkan efektivitas serangan Taliban. Namun demikian tidak satupun bukti atau nama yang disebutkannya untuk mendukung klaim tersebut. (aiz/Kvkz/jurnalislam.com)