KABUL-Teks pesan yang mengumumkan kematian pemimpin tertinggi Taliban Mullah Mohammed Omar, ternyata hanyalah kabar palsu CIA. Hal tersebut disampaikan oleh Zabiullah Mujahid dan Qari Yousef Ahmadi yang merupakan juru bicara Taliban, segera setelah berita bohong tersebut mulai beredar. Taliban mengklaim bahwa ponsel, account email dan website mereka telah di hack untuk mengirimkan pesan palsu tersebut.
Sebelumnya kantor berita AFP memberitakan, bahwa pesan yang mengumumkan kematian Mullah Omar merupakan kiriman dari ponsel Zabiullah Mujahid. Akan tetapi Mujahid menegaskan bahwa “ Amerika telah meng-hack ponsel kita dengan menggunakan tekhnologi canggih dan mengirim pesan kepada banyak orang ”. Sementara itu Qari Yousef Ahmadi juga menambahkan bahwa “ Itu pesan palsu yang menyusup. Mereka ingin menipu orang-orang Afghanistan. Omar tidak mati dan masih hidup “ tegasnya.
Kantor berita Reuters mengatakan bahwa Taliban mengancam akan segera membalas dendam atas tindakan tersebut pada perusahaan telepon.
Mullah Omar merupakan pejuang Islam paling dicari Amerika dengan harga 10 juta dolar US.