Tepat pukul 16.00 sore tadi, dengan raut wajah sumringah, seperti pegawai yang baru mendapat bonus lebaran, Kapolri Bambang Hendarso Danuri memenuhi janjinya untuk mengadakan konferensi pers, ia membeberkan apa yang terjadi pada penyerbuan yang dilakukan oleh polisi pagi tadi di Mojosongo, Jawa Tengah, dalam penggrebekan yang berlangsung sejak pukul 11.00 malam hingga berakhir pada pukul 06.00 pagi, ada 4 orang korban meninggal (insya Allah syahid), 1 orang wanita terluka, dan 2 orang ditangkap beberapa jam sebelum pengepungan.
Korban meninggal adalah Noordin M Top (setelah buron 8 tahun), Urwah (Bagus Budi Pranoto), Aji alias Aryo (salah satu murid Dr Azhari) dan Adib alias Hadi Susilo (tuan rumah). Sementara Putri Munawaroh istri Adib terluka tembak dalam tragedi itu dan sekarang terbaring di rumahsakit Bayangkara di Yogyakarta. Danuri menambahkan, penggrebekan itu merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua orang tersangka pada siang harinya, yakni Bejo dan Kedu.
“Alhamdulillah ini kebesaran Allah SWT sekali lagi di Bulan Ramadan. Ada 14 titik kesamaan (sidik jari) yang bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal. Ini identik dengan DPO sembilan tahun yang kita jadikan target untuk ditangkap,” kata Kapolri sambil memperlihatkan print out hasil sidik jari yang cocok dengan data milik Noordin M Top.
Polisi juga menemukan 200 Kg bahan peledak, senapan otomatis, pistol dan peralatan survey yang biasa mereka gunakan untuk beraksi, juga sebuah laptop dan dokumen-dokumen dalam kejadian itu.
Muhammad Jibril Terkait Jaringan Noordin
“Saya nyatakan ada kaitannya Jibril dengan jaringan ini,” tegas Kapolri Bambang Hendarso Danuri saat menjawab pertanyaan salah seorang wartawan mengenai kemungkinan keterkaitan M Jibril yang ditangkap beberapa waktu lalu.
Namun demikian Danuri enggan menguak secara detil keterlibatan Jibril dengan jaringan Noordin yang digrebek di Jawa Tengah ini. “Operasi ini belum selesai,” cetusnya.
Tandhim Al Qaeda Wilayah Asia Tenggara
Yang menarik, Bambang Hendarso Danuri juga menyinggung soal Ibrohim yang dibunuh Densus 88 di Temanggung, Agustus kemarin. “Dia bukan sekedar florist atau tukang kebun, tapi dia mempunyai jabatan penting dalam tandhim jihad Al Qaeda wilayah Asia Tenggara.” terangnya dengan mantab.
“Ini berdasar dokumen-dokumen yang kita temukan”, katanya saat menjelaskan kepada wartawan tentang darimana informasi link Al Qaeda ini didapatkan.
Ini mengingatkan kita kepada pernyataan yang muncul di internet tidak lama setelah peristiwa peledakan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.
Situs yang cukup menghebohkan itu beralamatkan di http://mediaislam-bushro.blogspot.com, meski banyak yang meragukan keabsahannya dalam situs itu Noordin M Top mengklaim dirinya sebagai Amir (pimpinan) Tandhim Al Qaeda Wilayah Asia Tenggara, dan bertanggung jawab terhadap peristiwa peledakan di dua hotel tersebut.
Padahal selama ini setiap aksi peledakan di Indonesia selalu dikaitkan dengan Jamaah Islamiah, setiap tersangka yang ditangkap pun selalu dituduhkan sebagai anggota Jamaah Islamiah, di masyarakat stigma yang muncul tentang Jamaah Islamiah adalah momok yang identik dengan aksi teror, bahkan setelah PBB, Indonesia melalui keputusan pengadilan saat memvonis Abu Dujanah dan Zarkasih pun ikut-ikutan menetapkan JI sebagai organisasi terlarang.
Namun jika semua ini benar (tentang tandhim al qaeda, red), dapat kita simpulkan Al Qaeda telah memiliki sayap resminya di bumi Indonesia, meski kita tidak tahu sejauh mana sel-selnya telah berkembang.
Ini juga semakin mempertegas dugaan-dugaan sebelumnya tentang adanya poros tandhim Al Qaeda pusat di Afghanistan dan aksi-aksi peledakan di Indonesia sejak bom Bali I. Dimana waktu itu sempat dikatakan bahwa dana untuk pelaksanaan peledakan bom Bali I adalah dari Al Qaeda melalui link Hambali, yang saat ini ditawan oleh Amerika di Guantanamo.
Setelah sempat hilang lama isu tersebut, tahun lalu setelah eksekusi 3 terpidana Bom Bali I, kita sempat dikejutkan kembali dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Syaikh Aiman Al Zawahiri dan dirilis di internet mengomentari syahidnya 3 mujahid Bali tersebut. Syaikh Aiman menyebutnya sebagai 3 pahlawan Islam yang tetap teguh dan Istiqomah dalam berjihad dan mengkufuri thoghut hingga akhir hayatnya.
Kini, pernyataan itu muncul dari mulut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Noordin dan sel-sel nya adalah kelompok tandhim Al Qaeda wilayah Asia Tenggara.
Ibnu Syarif
Kontributor untuk www.jurnalislam.com