Mujahidin al-Shabaab melarang Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk beroperasi di wilayah yang mereka kuasai.
Al-Shabaab mengatakan bahwa sebelumnya ICRC menuding Al-Shabaab pernah memblokir penyaluran bantuan di Somalia.
“Komite Internasional Palang Merah telah berulang kali mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh penduduk setempat dan dalam beberapa pekan terakhir ini, menuduh mujahidin Al-Shabaab menghalangi distribusi pangan,” kata Al-Shabaab dalam sebuah pernyataan, seperti yang kami kutip dari Reuters.
Selain tuduhan tersebut, ICRC juga pernah memberikan makanan kepada warga Somalia dalam kondisi yang sudah tidak layak dikonsumsi (basi).
Sementara itu Al-Shabaab menyatakan bahwa, 70 persen makanan yang tersimpan di gudang penyimpanan ICRC sangat tidak layak untuk dikonsumsi dan mereka telah memusnahkan 2.000 ton bahan pangan yang dinilai tidak layak konsumsi itu.
Larangan ini bukan kali pertama yang dilakukan oleh Al-Shabaab. Sejumlah lembaga bantuan internasional termasuk dari PBB juga pernah mengalami hal serupa dikarenakan sejumlah lembaga bantuan tersebut melakukan upaya kristenisasi dan untuk melancarkan kepentingan politik mereka.
Saat ini Al-Shabab menjadi salah satu kelompok paling berpengaruh di Somalia, mereka menguasai sebagian besar wilayah di selatan dan tengah negara itu. [amd]