SURABAYA : Masjid Al-Ihsan Sabilillah Sidotopo yang rencananya jumat 10 pebr’2012 tadi siang diserahkan warga sidotopo ke pihak Muhammadiyah selaku pemilik sah kepengurusannnya digagalkan oleh sejumlah warga yang tidak suka kepada Muhammadiyah.
Ust Amri selaku sekretaris PDM muhammadiyah surabaya mengatakan bahwa surat kepemilikan masjid dan tanah sah milik muhammadiyah, alasan mereka menolak kepengurusan muhammadiyah karena alasan yang subyektif dan tidak pernah terbukti secara hukum. Alasan warga bahwa masjid ini pernah diadakan aktifitas asusila dan terorisme tidak pernah terbukti apabila mereka ditanya selalu jawabannya katanya dan tidak pernah melihat langsung atau menyertakan bukti.
Untuk itu kami selaku pengurus Muhammadiyah mendesak kepada aparat kepolisian,muspida maupun muspika serta MUI segera menyerahkan kepemilikan dan kepengurusannya kepada kami, ujarnya.
Ust Zamroni selaku mantan imam tetap di masjid Al-Ihsan Sabilillah menambahkan bahwa tarik ulur ini dilakukan oleh segelintir orang saja tapi dia mengatas namakan warga. Tiga tahun setelah kepengurusan Muhammadiyah disini sama sekali tidak pernah merugikan warga karena aktivitas kita baik dakwah maupun baksos adalah legal dan diketahui oleh warga, ujarnya.
Seperti diketahui Perampokan kepengurusan masjid AL- IHSAN SABILILLAH dilakukan oleh segelintir orang dengan dibantu oleh preman-preman yang tidak suka terhadap aktivitas Muhammadiyah tiga tahun lalu dilakukan dengan alasan bahwa masjid tersebut dipakai tempat mesum dan aktivitas ‘terorisme’.(det)