Foto: Detik
Tangerang – Dua orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri (SZ) dan Mohamad Syahrir dalam penggerebekan yang berlangsung bertepatan dengan waktu sholat Jum’at di Ciputat, Tangerang, sempat melakukan perlawanan. Mereka melempari aparat kepolisian dengan bom pipa sebanyak 2 kali sehingga ada anggota densus 88 yang terluka.
“Waktu penggerebekan, 2 orang itu di dalam rumah melempari bom pipa ke petugas 2 kali,” kata seorang sumber kepolisian kepada detikcom, Jumat (9/10/2009).
“Cuma kena dinding, mengakibatkan dindingnya jebol. Petugas kemudian menyergapnya dengan mengeluarkan tembakan,” kilahnya.
Seorang saksi mata yang juga penghuni kos menceritakan, “Kata polisi sih, polisi juga ada yang luka. Katanya mereka melawan dengan melemparkan bom,” seperti dilansir detik.com
Ryan menceritakan, penggerebekan berawal pukul 11.30 WIB. Polisi berpakaian preman menggedor-gedor pintu kamar kos yang diduga dihuni Syaifudin dan Syahrir itu.
Tidak lama kemudian, polisi berpakaian seragam lengkap masuk ke rumah kos. Polisi pun sempat mengeluarkan gas air mata.
“Saya sempat lihat, tapi kemudian dievakuasi ke tempat yang aman sama polisi. Nah setelah lempar gas, saya dengar ada ledakan dua kali,” jelasnya.
Ryan pun mengaku kalau 3 hari yang lalu ada dua pria yang ciri-cirinya sama dengan Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir datang ke rumah kos. Keduanya membayar uang muka sewa kamar nomor 15.
“Yang gendut rambutnya ikal dan orangnya hitam,” imbuhnya.
(Afz/Dtk/Jurnalislam)