Berita

12-10-2009

PT Pindad Ekspor Amunisi ke Amerika Serikat

More articles by »
Written by: Redaksi
Tags: ,

PT Pindad (Persero) akan mengekspor satu juta butir amunisi ke sebuah klub olahraga menembak di Amerika Serikat pada Oktober ini. Nilai transaksi ekspor tersebut mencapai 200.000 dollar AS.

“Rencananya mereka memesan 10 juta butir amunisi buatan PT Pindad yang diproduksi di Malang, Jawa Timur. Namun, Pindad sementara ini hanya mampu memenuhi pesanan satu juta butir amunisi dulu,” kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Adik Avianto Soedarsono, Sabtu (10/10) di Bandung.

Bila terjadi kesepakatan lagi, maka kemungkinan PT Pindad akan kembali mengirim satu juta butir amunisi ke AS pada akhir tahun ini. “Saat ini, kami juga baru mendapatkan izin pemerintah untuk mengekspor satu juta amunisi,” katanya.

Adik menjelaskan, pemasaran produk amunisi di AS amat menjanjikan. Permintaan amunisi untuk keperluan olahraga menembak di AS sangat tinggi. Pemenuhan pesanan dari klub olahraga menembak di AS tersebut juga diharapkan bisa membuka jalan pemasaran amunisi produksi Pindad bagi militer AS. Produk Pindad juga dinilai berkualitas baik.

“Klub olahraga menembak itu juga sempat melakukan survei ke sejumlah produsen senjata di beberapa negara. Namun, pilihan mereka akhirnya jatuh pada produksi Pindad. Bahkan, mereka juga sempat menanyakan kenapa Pindad tidak berupaya menyuplai amunisi bagi militer AS,” kata Adik.

Namun, PT Pindad masih kesulitan melayani pesanan amunisi dalam jumah besar. Padahal, pabrik amunisi Pindad yang ada di Malang didesain untuk menghasilkan 150 juta butir amunisi per tahun.

Selama bertahun-tahun, Pindad kurang memaksimalkan potensi sumber daya manusia maupun peralatan yang ada karena keterbatasan pasar. “Dulu, kami terbiasa menyuplai permintaan dari angkatan bersenjata dalam negeri yang jumlahnya tidak besar. Akibatnya, ketika sekarang ada permintaan dalam jumlah besar kami kelabakan dan sulit memacu produksi,” katanya.

Ekspor juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerugian perusahaan akibat kapasitas mesin dan sumber daya yang tidak terpakai. Adapun permintaan dalam negeri dinilai masih kurang karena keterbatasan anggaran. (Kompas)






 
 

 
Warga Dayak: Brutal

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW FPI diHancurkan Warga Dayak, Aparat Diam saja!

Pontianak : Warga Dayak kembali berulah setelah tahun 26 Februari 2010 silam mereka membunuh kaum muslimin Madura dan kini giliran rombongan Habaib dan ustadz FPI yang sedianya menghadiri acara pelantikan dan Maulid Nabi dihad...
by det
4

 
 
Son Hadi - Direktur JMC

Anggota Fraksi Demokrat tersinggung nasehat Ust. Sonhadi di Gedung DPR

JAKARTA. RUU Ormas kini mulai menjadi pembahasan di Gedung DPR.  Anggota pansus RUU Ormas mengundang beberapa ormas untuk rapat dengar pendapat umum rancangan undang-undang ormas di gedung DPR-RI. beberapa hal yang menjadi pe...
by det
0

 
 
 

Anggota DPR Termiskin Dapat Rp 1,03 Miliar per Tahun

Jakarta – Pantas saja banyak orang bersedia melakukan segala cara demi untuk masuk menjadi kader partai dengan tujuan bisa menjadi anggota DPR. Betapa tidak, seorang anggota DPR disamping menerima gaji minimal Rp 51 jutaan pe...
by brm
0

 

 
 

Perampokan Kepengurusan Masjid Al-Ihsan Sabilillah

SURABAYA : Masjid Al-Ihsan Sabilillah Sidotopo yang rencananya jumat 10 pebr’2012 tadi siang diserahkan warga sidotopo ke pihak Muhammadiyah selaku pemilik sah kepengurusannnya digagalkan oleh sejumlah warga yang tidak su...
by Redaksi
2

 
 
 

Seruan mati terhadap gay dan lesbian

Seorang lelaki yang menyebarkan brosur menyerukan agar kaum homoseksual dihukum mati di Inggris mengatakan ia hanya melakukan “tugas seorang muslim.” Kabir Ahmed, 28, adalah satu dari lima lelaki muslim yang diadili...
by brm
0

 




The Latest