Informasi

28-10-2011

TNI mulai terlibat berantas ‘teroris’

More articles by »
Written by: amd

JAKARTA – Keterlibatan TNI dalam pemberantasan ‘teroris’ tidak melanggar prinsip-prinsip demokrasi, jika masih ada yang menilai hal tersebut merupakan kemunduran demokrasi, maka orang itu tidak memahami undang-undang, demikian yang diungkapkan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

“Hal penting dalam pemberantasan terorisme adalah keterlibatan semua komponen bangsa, termasuk TNI. Jadi jika masih ada yang menilai keterlibatan itu merupakan kemunduran demokrasi, maka dia tidak memahami undang-undang,” katanya di Jakarta, pada acara penutupan latihan gabungan antiteror TNI-Polri 2011, Jumat (28/10/2011).

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan bahwa Peran TNI dalam pemberantasan terorisme juga dikuatkan dalam UU No34/2004 tentang TNI khususnya pasal Operasi Militer Selain Perang.

Agus mengemukakan tugas pokok TNI pada hakekatnya berkaitan dengan tiga faktor utama yang mendasar yakni menjaga tetap tegaknya kedaulatan negara, memelihara keutuhan wilayah NKRI serta menjamin keselamatan bangsa dan segenap tumpah darah Indonesia.

“Karena itu memberantas aksi-aksi terorisme bagi TNI merupakan kewajiban sebagaimana diamanatkan UU TNI dalam operasi militer selain perang,” tuturnya.

Jadi jika masih ada yang menilai keterlibatan itu merupakan kemunduran demokrasi, maka orang itu tidak memahami undang-undang, kata Panglima menegaskan.

Panglima TNI mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan kekuatan hukum bagi pelibatan dan perbantuan TNI dalam pemberantasan terorisme. Dengan menginstruksikan TNI untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan Polri dan intelijen dalam penanggulangan aksi-aksi ‘teroris’.

Agus mengemukakan wujud perbantuan dan sinergitas itu dilaksanakan dalam bentuk pengaktifan kembali komando teritorial dalam menjaga keamanan di daerah-daerah serta menyiagakan pasukan antiteror untuk penindakannya.

Kesiapsiagaan yang dilakuakn aparat diklaim bukan awal dari tindakan represif tetapi merupakan bentuk deteksi dini, cegah dini untuk melindungi rakyat dan menjaga wibawa negara.

Hal ini tentu sangat bertentangan dengan kenyataan terkait peristiwa bom Solo beberapa waktu lalu. Pihak kepolisian mengaku telah menerima informasi dari intelejen terkait hal tersebut tetapi tak ada ‘aksi maksimal’ untuk menghentikan, justru aparat hanya menurunkan dua petugas di lapangan.

Terkait klaim tak melanggar demokrasi pada faktanya stigma teroris dan aksi ‘terorisme’ sdepertinya hanya dikhususkan kepada kaum Muslimin dan gerakan-gerakan Islam pro jihad, sementara terror-teror yang dilakukan kelompok diluar itu hanya disebut sebagai kriminalitas, maka wajar jika demokrasi telah dianggap bermuka dua untuk melakukan diskriminasi. Wallohua’lam.  (dbs/arrahma/jurnalislam.com)






 
 

 
Warga Dayak: Brutal

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW FPI diHancurkan Warga Dayak, Aparat Diam saja!

Pontianak : Warga Dayak kembali berulah setelah tahun 26 Februari 2010 silam mereka membunuh kaum muslimin Madura dan kini giliran rombongan Habaib dan ustadz FPI yang sedianya menghadiri acara pelantikan dan Maulid Nabi dihad...
by det
4

 
 
Son Hadi - Direktur JMC

Anggota Fraksi Demokrat tersinggung nasehat Ust. Sonhadi di Gedung DPR

JAKARTA. RUU Ormas kini mulai menjadi pembahasan di Gedung DPR.  Anggota pansus RUU Ormas mengundang beberapa ormas untuk rapat dengar pendapat umum rancangan undang-undang ormas di gedung DPR-RI. beberapa hal yang menjadi pe...
by det
0

 
 
 

Ust.Rosyid Ba’asyir: Berhati-hatilah Kalian Dalam Urusan Istitho’ah

SURABAYA : Berikut ini adalah petikan pesan dari ust. Rosyid Ridho Ba’asyir, beliau adalah putra kedua ustad Abu Bakar Ba’asyir dan sekarang beliau mengajar di Ma’had ‘Aly Darul wahyain Magetan. Pesan te...
by det
0

 

 
 

Anggota DPR Termiskin Dapat Rp 1,03 Miliar per Tahun

Jakarta – Pantas saja banyak orang bersedia melakukan segala cara demi untuk masuk menjadi kader partai dengan tujuan bisa menjadi anggota DPR. Betapa tidak, seorang anggota DPR disamping menerima gaji minimal Rp 51 jutaan pe...
by brm
0

 
 
 

Perampokan Kepengurusan Masjid Al-Ihsan Sabilillah

SURABAYA : Masjid Al-Ihsan Sabilillah Sidotopo yang rencananya jumat 10 pebr’2012 tadi siang diserahkan warga sidotopo ke pihak Muhammadiyah selaku pemilik sah kepengurusannnya digagalkan oleh sejumlah warga yang tidak su...
by Redaksi
2

 




The Latest