SURABAYA : Berikut ini adalah petikan pesan dari ust. Rosyid Ridho Ba’asyir, beliau adalah putra kedua ustad Abu Bakar Ba’asyir dan sekarang beliau mengajar di Ma’had ‘Aly Darul wahyain Magetan. Pesan tersebut disampaikan saat bertemu dengan tim media jurnalislam.com. Saat membicarakan masalah istitho’ah.
Beliau katakan, ” Urusan tho’at tergantung dari derajat ketakwaan seseorang, bila urusan tersebut diringan-ringankan maka akan berubah fatal pada diri kita. Maksudnya yakni seseorang muslim bisa berubah menjadi sosok yang sempurna itu dari tho’ahnya.
Dengan tho’ah kita bisa isti’anah (minta pertolongan) pada Allah SWT untuk menyempurnakan tugas-tugas yang dibebankan pada kita. Begitu banyaknya saudara-saudara kita kaum muslimin diwaktu-waktu yang lalu sebelum kita jatuh pada masalah ini, kalau mau kita runtut penyebabnya maka karena mereka tidak mau memperhatikan urusan tho’ah kepada Allah SWT dalam melaksanakan urusan faraid dan nafilah.
Ketika seseorang mulai tumbuh benih-benih mempermudah urusan tho’ah maka urusan kita dengan Allah akan mudah hancur dikarenakan urusan-urusan kecil saja tidak bisa melaksanakan.
Pemimpin-pemimpin kaum muslimin hingga para khulafaur rasyidin betul-betul memperhatikan mas’ulin mereka, urusan tho’ah pada mereka sangat mempengaruhi kandisi umat. Memilih mas’ulin jama’ah di Indonesia sangatlah sulit karena ia harus ‘alim, faqohin, shodiq, amanah dan jujur dalam berbuat serta mengemban amanah ini.
Saya nasehatkan pada diri saya dan semuanya, yang pertama sudah saatnya kita memperhatikan dan melaksanakan pada urusan-urusan faraid yakni kuwajiban-kuwajibn syar’i yang Allah SWT bebankan pada diri kita, sebab begitu banyak kaum muslimin wujud dalam meremehkan istitho’ah dan itu tidak bisa dipungkiri,wallahua’lam penyebabnya apa.
Kedua kurangnya ilmu dalam hal istitho’ah ini juga musibah, tapi Insya Allah masih mudah diatasi dengan penjelasan-penjelasan ilmu syar’i sebab perkara faraid akan bisa disempurnakan lewat nawafil (sunnah) harian kita.
Ketiga kita bisa wujudkan perkara-perkara nafilah maka Insya Allah masalah faraidnya aman dan kalau kewajiban-kewajiban syar’iyah pada diri seseorang aman, maka orang seperti ini bisa kita jadikan manusia pilihan (mas’ul), Wallahua’alam”. (det)
